“Oke, saya ingin masuk ke sana, tapi bagaimana caranya? Biaya masuk ITB sangat tinggi. Katanya sudah melebihi biaya kedokteran. Aset orangtua saya jika dijual juga tidak cukup untuk bisa masuk ke sana,” ungkap Angga.
Dengan singkat, Angga berhasil lolos beasiswa tersebut dan diterima di jurusan DKV ITB. Meskipun minatnya lebih pada seni rupa, Angga lebih memilih DKV karena biayanya lebih terjangkau.
“Alasannya sederhana karena saya anak Bidikmisi. DKV lebih ekonomis dalam urusan tugas kuliah karena kita hanya perlu modal laptop atau sesekali mencetak, sementara seni rupa memerlukan kanvas, cat, kuas, dan lain-lain,” jelasnya.
Melanjutkan ke S2 di Skotlandia dengan Beasiswa LPDP
Tidak puas hanya sampai S1, Angga memiliki impian besar untuk melanjutkan ke S2. Dia mendapatkan informasi dari senior di kampus bahwa dia bisa melanjutkan ke S2 dengan beasiswa LPDP.
“Cita-cita untuk melanjutkan studi sudah ada sejak SMP. Kemudian kami berpikir, wah, ternyata dunia ini benar-benar luas. Dari situ, saya terinspirasi untuk menjelajahi dunia baru. Kemudian kami mulai mempersiapkannya sejak masuk kuliah, banyak mengikuti kursus, belajar mandiri, dan sebagainya,” papar Angga.
Dia menghadapi tantangan dalam mendaftar LPDP, mulai dari belajar bahasa Inggris ekstra hingga harus mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris selama sebulan di Pare.
Perjuangannya tidak sia-sia, Angga diterima di The University of Edinburgh, UK, dan mengambil program Magister of Science, Design and Digital Media di Edinburgh College of Art.
“Jadi yang saya tekankan di jurusan saya waktu itu adalah bagaimana, meskipun saya bukan yang paling pintar, saya yang paling rajin. Dan itu ternyata sangat berkesan di prodi kami,” ungkapnya.
Baca juga: CEO eFishery Gibran Huzaifah Masuk Forbes, Foto Berpose Pakai Dasi Ikan
Jadi Founder “Boyolali Bergerak” dan CEO Startup
Perjalanan panjang dan penuh tantangan Angga dalam mengejar pendidikan akhirnya membuahkan hasil positif. Setelah kembali dari menyelesaikan S2 di Skotlandia, Angga memulai karirnya di Indonesia.
Ia sempat bergabung dengan sebuah startup besar di Indonesia. Selama bekerja di sana, Angga menjalin hubungan dekat dengan seorang investor besar di Asia Tenggara.


















